Satu bulan yang lalu saya membeli Bitcoin dengan kurs 11.400 USD. Hari ini tanggal 13 September 2019 saya melihat total tabungan Bitcoin saya untung 30% kalau saya jual semua. Di lain pihak, dua teman saya yang tahun lalu sangat menggebu-gebu melakukan jual-beli mata uang krypto, mereka sudah berhenti membeli Bitcoin ataupun mata uang krypto lainnya sejak bulan Maret. Alasan yang dikeluarkan adalah mereka menuai kerugian uang yang besar setelah kurs Bicoin jatuh sampai 3500 USD.

Disini saya memperhatikan fenomena yang sangat menarik, yaitu perbedaan antara berinvestasi jangka panjang dan trading (atau spekulasi). Dari awal saya sudah menyadari apakah teman saya tertarik Bitcoin dikarenakan kesempatan mencari keuntungan cepat atau dikarenakan potensi Bitcoin di masa depan. Ciri utama dari seorang spekulator mata uang krypto adalah mereka memperjual-belikan banyak mata uang krypto selain Bitcoin. Ciri kedua, mereka percaya bahwa Bitcoin bahkan diganti oleh mata uang krypto yang lain (dengan contoh Yahoo dikalahkan Google). Ciri ketiga, mereka tidak tertarik akan perkembangan teknologi Bitcoin.

Lalu bagaimana bisa aset Bitcoin saya masih surplus 30%, walaupun saya juga membeli Bitcoin di bulan Desember 2017 dengan kurs sekitar 14000 USD? Inilah faktor-faktor yang mendukung saya selama ini:

  1. Mengetahui dan percaya akan potensi Bitcoin di masa depan
  2. Mindset investasi jangka panjang
  3. Berinvestasi/membeli/menabung secara berkala
  4. Mengenali bullshit propaganda

Potensi Bitcoin sekarang dan masa depan

Sejak 2017 sampai sekarang saya mempelajari Bitcoin di waktu luang saya. Saya (masih) membaca buku Mastering Bitcoin dan [The Internet of Money](), juga melihat video-video dasar pengetahuan Bitcoin dan Youtube video dari Andreas Antonopoulos. Disini saya mendukung visi dan misi dari komunitas Bitcoin dan melihat potensi Bitcoin. Dari segi perspektiv ini, saya juga mendukung supaya Bitcoin juga dipakai oleh orang banyak. Disini saya menulis mengenai Bitcoin saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan mata uang krypto lainnya.

Lalu apa visi, misi, dan potensi Bitcoin di tahun-tahun ke depan? Terlepas dari beberapa masalah yang ditemui saat ini, berikut ini poin-poin penjabaran visi dan potensinya

  1. privacy, censorless, and borderless: Bitcoin mentransformasikan konsep keuangan secara fundamental dan merupakan salah satu inovasi terbesar di dekade ini. Transformasi keuangan ini memungkinkan kita untuk menguasai uang kita secara mutlak, tanpa peraturan dari pihak penguasa, tanpa sensor, tanpa ongkos pihak ketiga dan tanpa batas (privasi). Masih ingat pelarangan pemerintah dan BI di awal tahun 2018? Baca beritanya disini kalau tidak ingat. Cek juga argumen saya mengenai larangan Bitcoin di artikel saya yang lalu.

    Bitcoin is a fundamental transformation of the technology of money.

  2. Bitcoin adalah open technology dan open money, yaitu diciptakan, didesign, dikembangan dan digunakan untuk semua manusia. Saat ini memang tidak mudah untuk memulai membeli dan menggunakan Bitcoin. Akan tetapi potensi kesana tetap terus dikembangkan. Kita bisa mengecek perkembangan code dan kontributor Bitcoin disini.

    Bitcoin is fundamentally different because in bitcoin, you don’t owe anyone anything and no one owes you anything. It’s not a system based on debt.

BitcoinDevelopment

  1. Kita tidak memerlukan central bank, bank dunia, dan bank-bank lainnya. Tujuan utama semua pendiri bank adalah untuk meraup keuntungan. Beberapa dari para pembaca bisa menyadari bagaimana bank-bank telah mengambil ahli kekuasaan suatu negara dan menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki.

    We live in a world that is increasingly global and interconnected, and yet our financial systems are parochial, insular, and separated."

  2. Bitcoin adalah teknologi protokol konsesus untuk melakukan pertukaran. Jadi bandingkan Bitcoin dengan protokol komunikasi seperti TCP/IP (protokol untuk komunikasi), Bluetooth (protokol untuk komunikasi tanpa kabel), SMTP (protokol untuk email), HTTP(S) (protokol untuk Web), VOIP, VPN, dll. Lalu tanya diri Anda berapa lama protokol-protokol tersebut bertahan. Memang tidak ada yang bisa menjamin berapa lama Bitcoin akan digantikan oleh protokol konsensus lainnya, yang pasti sekarang ini teknologi Bitcoin lah yang paling maju dan terus berevolusi.

    Bitcoin is not a company. It is not an organization. It is a standard or a protocol just like TCP/IP, or the internet. It’s not owned by anyone. It operates by simple mathematical rules that everyone who participates in the network agrees on.

Mindset investasi jangka panjang

Jika Anda percaya betul-betul akan sesuatu, maka Anda seharusnya membuat rencana dan bertindak untuk jangka panjang. Orang sukses di semua bidang, adalah mereka yang bekerja keras untuk membangun sesuatu dari kecil menjadi besar, dari cupu sampai ahli, dalam jangka waktu panjang.

Seperti para pembaca tahu, saya berinvestasi di ETF juga untuk jangka panjang karena saya percaya bahwa ETF memiliki resiko yang sangat kecil untuk kehilangan uang. Menurut statistik dan keadaan ekonomi global yang selalu mencetak uang dan berhutang, maka harga ETF global pun juga pasti akan cenderung naik terus dalam jangka panjangnya. Kalaupun sistem keuangan global saat ini jatuh, dan inflasi besar terjadi dimana-mana, maka orang-orang akan lari ke logam mulia (emas, perak) dan Bitcoin.

Menabung Bitcoin secara berkala

Kurs Bitcoin sangatlah volatil, atau dengan kata lainnya bisa naik turun drastis. Saya sebagai seorang individu dengan uang dan koneksi terbatas, juga tidak akan bisa mempengaruhi harga Bitcoin. Singkat kata saya tidak tahu kapan kurs akan naik atau turun. Tahupun, itu hanyalah perkiraan dan spekulasi dari analisa keadaan terkini.

Dengan kesadaran akan situasi diatas, maka jalan satu-satunya untuk tidak takut berinvestasi adalah dengan jalan berinvestasi secara berkala. Saya membeli Bitcoin dengan uang tabungan sisa, dimana apabila harga bitcoin jatuh 90%, saya tidak akan panik dan menjual Bitcoin. Melainkan membeli lagi disaat kurs Bitcoin sedang jatuh. Ingat kurs Bitcoin sangat volatil, jadi disaat kurs meroket, maka bersiaplah untuk terjun bebas. Disaat harga Bitcoin relativ mahal maka saya membeli dalam jumlah lebih sedikit daripada setelah harga jatuh. Saya juga tidak berspekulasi berapa harga kurs terendah dan tertinggi. Strategi saya:

Menabunglah Bitcoin! Apabila Anda mempunyai uang sisa diluar tabungan, belilah secara berkala sesuai besaran uang yang bisa direlakan.

Gambar dibawah ini adalah catatan sejarah pembelian Bitcoin saya: pembelian

Dari pengalaman saya, dan analisa beberapa orang, Bitcoin saat ini berubah fungsi menjadi aset penyimpan nilai (store of value atau digital gold), daripada alat pembayaran. Ini dikarenakan kursnya yang mempunyai volatilitas yang tinggi dan nilainya dalam jangka panjang cenderung naik. Malahan dibandingkan emas, nilai kenaikannya dari 2015 sampai saat ini di tahun 2019 lebih baik.

bullshit propaganda

Artikel di Liputan6 ini adalah salah satu contoh artikel yang tidak menuliskan hal secara rasional, melainkan mencampur-aduk prasangka dan mencari-cari alasan. Berikut argumen singkat dan simple dari saya mengenai 5 alasan bullshit yang beredar di media massa:

  1. "Tidak Didukung oleh OJK atau pemerintah": Seperti penjabaran di atas, Bitcoin itu independen dan tidak bisa disensor ataupun dimanipulasi peredarannya. Jadi tidak ada satu pemerintah demokratis di dunia ini yang bakal mendukung Bitcoin dikarenakan pemerintah akan kehilangan kontrol untuk mengawasi peredaran dan transaksi uang.
  2. "Bitcoin tidak aman dan bisa dihack": Apakah Anda merasa Aman jalan-jalan membawa uang tunai 10 Juta atau 1 kg emas batangan? Jika kita salah transfer uang ke rekening lain, apakah bank kita mau mengembalikan uang kita? Uang tunai dan emas malahan lebih beresiko daripada Bitcoin, jika Anda mengerti dasar Bitcoin. Bitcoin tidak aman, karena ketidaktahuan dan teklnologi yang baru bagi orang awam, bukan karena teknologi Bitcoinnya!
  3. "Sering Tersangkut Pencucian Uang sampai Pendanaan Teroris": Pencucian uang dan teroris sudah ada sebelum Bitcoin muncul di tahun 2009. Lalu uang apa yang dicuci mafia dan para koruptor sebelum tahun 2009? USD, EUR atau Rupiah, tapi kenapa tidak ada yang melarang USD karena dipakai untuk pencucian uang?
  4. "Adanya Mata Uang Digital yang Lain": Kita mempunyai lebih dari 20 mata uang dunia untuk bertransaksi. Kita memakai Android, Windows atau Linux OS untuk menjalankan komputer. Kenapa tidak ada yang melarang USD karena ada EUR, YEN, IDR(Rupiah)?
  5. "Benarkah Pemerintah Menyiapkan Pengganti Bitcoin?": Kita sudah punya IDR dan bisa membayar IDR secara digital. Kenapa kita masih memerlukan mata uang krypto versi pemerintah, kalau masih dikontrol pemerintah? Menyiapkan mata uang krypto versi pemerintah hanyalah kegiatan buang-buang duit rakyat.

Kesimpulan

Takutlah bila Anda ingin berspekulasi Bitcoin. Tapi jangan takut untuk menabung Bitcoin secara berkala!

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya

Blog Comments powered by Disqus.