Sep 06.09.2019

Waktu, Waktu, Waktu

mindset
6 minutes

Waktu adalah salah satu aset tersembunyi yang dimiliki setiap individu. Waktu kita banyak, tapi terbatas. Waktu di depan kita sangat panjang, tapi waktu yang telah berlalu tidak bisa dikembalikan lagi. Selain badan dan mental kita, waktu sering kali dilupakan, diremehkan, bahkan sama sekali tidak disadari.

Mengapa?

Hal ini sangat mirip dengan harta dan material, pada umumnya kita sebagai manusia menghargai hal dan barang langka dari pada seusatu yang berlebih dan selalu ada. Mari saya kasih contoh dari pengalaman saya:

  1. Oksigen dan udara bersih: belum tentu saya setiap hari mensyukuri akan keberadaan oksigen kerena oksigen saat ini selalu ada dan berlebih. Baru saat saya berenang atau berolahraga, saya menyadari pentingnya oksigen bagi hidup saya.
  2. Uang dan harta: Anak orang miskin dan berkekurangan mau tidak mau harus bekerja sambil sekolah/kuliah. Sedangkan mereka yang tumbuh di lingkungan keluarga kaya tidak akan mau bekerja sambil kuliah. Saya masih ingat betapa senangnya saya bisa dibelikan sepeda motor, sedangkan teman saya yang lain ingin dibelikan mobil.
  3. Single dan sudah nikah: orang single berjuang atau ingin mencari pasangan hidup, sedangkan banyak orang yang sudah nikah ingin cerai atau malas mendengarkan omongan pasangannya.

Itulah buktinya bahwa kita tidak menyadari hal penting, apabila kita sudah mempunyainya. Oleh karena itulah aset waktu adalah aset yang sangat unik. Mungkin saudara pembaca juga baru pertama kali membaca istilah "aset waktu".

Dengan pemikiran bahwa waktu kita adalah aset, maka sudah saatnya kita mengamati lebih jelas akan penggunaan waktu kita sehari-hari. Jalan kehidupan kita mulai dari masuk sekolah sampai bekerja adalah masa sibuk, dimana lebih dari setengah dari waktu kita dalam satu hari kita lakukan untuk hal-hal wajib (kuliah dan bekerja). Kemudian ditambah lagi dengan hal-hal keluarga, hobby tidak penting, dan istirahat. Sedikit dari orang dewasa yang saya kenal bisa mempunyai waktu luang.

Dari jejak perkembangan pribadi saya, saya bisa bersyukur bahwa saya bisa meluangkan banyak waktu. Selama masa-masa saya tidak tahu mau melakukan apa, saya selalu berpikir bagaimana bisa memperbaiki sesuatu yang saya tidak puas. Berawal dari memperbaiki keadaan ekonomi keluarga, memilih universitas, jurusan kuliah, memilih pekerjaan, memulai berinvestasi dan seterusnya. Semuanya ini tidak lepas dari waktu yang saya punya, dan kemudian saya gunakan dengan mencari informasi, membaca buku dan mendengarkan kemauan kata hati. Tanpa meluangkan waktu saya tidak akan mencapai keadaan saya hari ini.

Menurut saya, meluangkan waktu dan refleksi diri mempunyai banyak manfaat, yaitu:

  1. Waktu untuk berpikir dan berangan-angan
  2. Waktu untuk menyusun rencana dan strategi
  3. Waktu untuk mengukur kepuasan pribada dalam hidup ini.
  4. Waktu untuk membaca buku dan melihat video edukasi di YouTube ataupun mengikuti kursus
  5. Waktu untuk melihat kemungkinan yang ada.
  6. Waktu untuk menyeleksi kegiatan yang menguras tenaga tapi tidak berguna.
  7. Waktu untuk mencari tahu atau pengetahuan
  8. Waktu untuk belajar hal baru (seperti investasi dan finansial)

Seperti perkataan dari Albert Einstein:

Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand.

Buddha:

'What You Think, You Become'

Sehingga apa yang kita pikirkan dan kita pelajari menentukan keputusan kita. Lalu keputusan itulah yang akan menentukan hasil yang kita alami kedepan.

Learning and thinking determine our decisions. Then, decisions determine our results.

Dengan pemikiran ini, saya tidak lagi melakukan kesibukan saya berdasarkan faktor-faktor luar seperti:

  • omongan orang lain,
  • berita media umum,
  • ketakutan,
  • ramalan bohong ataupun analisa dari "orang ahli"
  • bekerja atas perintah boss
  • harta dan material

Bagi saya faktor-faktor luar tersebut kebanyakan tidak untuk kepentingan saya, melainkan untuk kepentingan orang ketiga. Penipuan biasanya terjadi pada mereka yang mempunyai kesibukan seperti ini.

Meluangkan waktu tidak segampang yang kita pikirkan. Apabila kita masih anak-anak atau remaja yang masih hidup bersama orang tua, mencari waktu luang jauh lebih mudah daripada mereka yang harus bekerja dan menghidupi diri sendiri, bahkan keluarga. Tips dari saya untuk meluangkan waktu:

  • Menghindari kemacetan di jalan
  • Tidak menonton televisi ataupun film online
  • Mengurangi penggunaan smartphone dan sosial media
  • Buat rencana dan catat di kalender
  • Berani menolak acara dan undangan yang tidak penting
  • Cari hari libur dimana Anda bisa mempunyai waktu sendiri.

Dari waktu luang yang kita temukan, kita bisa memulai dengan langkah-langkah berikut:

  1. melihat keinginan, impian dan hasrat saya, yang tidak harus sama dengan orang lain,
  2. lalu mencari tahu kesempatan, keuntungan dan risiko,
  3. membuat rencana, prioritas, dan jadwal,
  4. bekerja dan tidak lupa meluangkan waktu,
  5. menciptakan rutinitas untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Di sosial media kita melihat orang menunjukan mobil, pakaian, gadget, rumah maupun kegiatn liburan. Tapi pernahkah Anda melihat foto orang yang meluangkan waktu untuk merefleksikan dirinya? Hal inilah yang membuat kita terus mengejar akan hal-hal yang tidak penting sehingga lupa akan waktu yang dimiliki.

Hidup dan waktu kita terbatas, manfaatkan lah waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya sehingga di masa depan kita tidak akan menyesali waktu yang telah berlalu.

Nah bagaimana situasi dari Anda? Mudahkah untuk meluangkan waktu 30 menit sehari untuk hal yang Anda anggap penting? Anda bisa sharing ataupun menulis komentar mengenai kondisi Anda disini.

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya

Blog Comments powered by Disqus.