Setelah saya menulis artikel mengenai bagaimana menulis laporan keuangan di Google Sheets [1], dan memperbaruinya menjadi versi 2.0 [2], kali ini saya ingin berbagi sebuah spreadsheet untuk menghitung dan melacak investasi. Coba kita bayangkan, kita mempunyai laporan keuangan tiap bulan. Di dalam laporan tersebut kita mencatat juga transaksi untuk investasi kita, misalnya transaksi membeli / menjual emas, membeli saham, membeli ETF, dsb. Lalu di akhir tahun temen kita bertanya: Berapa hasil investasi kamu di tahun ini? Nah, loh... bingung kan mau menjawab bagaimana. Untuk menjawab pertanyaan ini dengan benar, kita harus menghitung dan mencari satu persatu di laporan pembukuan kita secara terpisah.

Alangkah indahnya apabila kita tidak perlu lagi menghitung dan langsung melihat hasil investasi kita secara interaktif.

Download dan Kopi

Maka dari itu, hari ini saya ingin membagikan spreadsheet terbaru untuk melacak tabungan investasi kita. Anda bisa langsung mengkopi spreadsheet dari Google Sheets disini: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1QNaw4t0RX8xQ-Ai1vFIDBrZBpQ099dCKjRM9-u5QS3Q/copy. Apabila Anda tidak mempunyai akun Google, maka Anda bisa melihat online di link ini https://docs.google.com/spreadsheets/d/1QNaw4t0RX8xQ-Ai1vFIDBrZBpQ099dCKjRM9-u5QS3Q/edit?usp=sharing. Setelah itu kita bisa menyesuaikan nama aset yang kita punya.

Struktur Tabel

Di spreadsheet ini kita mempunyai 2 lembar tabel, yaitu tabel Tracker dan tabel Watchlist. Di tabel Tracker kita bisa mencantumkan setiap transaksi investasi kita, termasuk transaksi jual, beli, hasil dividen, bunga maupun biaya potongan.

2 tabel

Tabel ini mempunyai 9 kolom wajib (kolom A-I), dimana kita tidak perlu mengubah-ubah rumus di dalam sel di kolom ini. Gambar dibawah menunjukan contoh kolom A-I:

Kolom Wajib

Kolom selanjutnya adalah kolom aset, dimana kita bisa menyesuaikan kolom tersebut berdasarkan aset kita masing-masing (dinamis). Di baris kedua kita bisa melihat total nilai setiap aset. Susunan ini menurut saya pribadi sangat membantu melihat pembagian aset. Dari informasi di baris kedua ini kita bisa membuat visualisasi grafik pembagian aset.

Kolom aset

Tabel Watchlist adalah tabel rangkuman semua aset investasi dan kinerja saat ini. Dengan melihat tabel ini kita bisa langsung menjawab pertanyaan teman mengenai kinerja aset investasi kita. Jadi kita bisa langsung ambil smartphone, buka Google Sheets lalu buka tabel Watchlist. Jadi kita ga perlu lagi menginstal apps tambahan yang kurang berguna.

Petunjuk Pencatatan Transaksi

Mencatat investasi di tabel Tracker

Untuk kolom aset di tabel Tracker, saya mempunyai tiga macam rumus yang agak berbeda. Rumus pertama adalah untuk perhitungan aset deposito. Rumus perhitungan ini sangatlah mudah. Setiap kali kita menabung uang ke deposito, kita tinggal mencatat tanggal, aset, nama bank (kolom A-D), mata uang (kolomF), dan total transaksi (kolom H). Kolom D hanya perlu diisi apabila kita mendapatkan bunga atau membayar biaya deposito bank.

Rumus kedua diberlakukan untuk aset saham, ETF, atau index fonds, yang mana kita bisa mendapatkan dividen ataupun membayar biaya. Setiap kali bertransaksi di aset ini, kita tinggal mengisi baris baru dan semua kolom A sampai kolom H. Transaksi untuk dividen dan potongan biaya bisa ditulis di kolom D.

Rumus ketiga diberlakukan untuk aset yang bersifat spekulatif atau aset komoditas, contohnya seperti emas, cryptocurrency, minyak mentah, dsb. Untuk aset ini kita perlu mengisi semua kolom A sampai kolom H.

Apabila kita melihat tanda #N/A di dalam suatu sel, maka kita perlu mengarahkan mouse kita. Setelah itu kita akan melihat tampilan kecil yang menjelaskan sumber kesalahan. Apabila kesalahan itu tertulis GOOGLEFINANCE, maka kita hanya perlu mengunduh ulang dengan menekan tombol F5.

Melacak hasil investasi di tabel Watchlist

Tabel Watchlist memberikan rangkuman keseluruhan hasil kinerja aset terkini. Baris kedua di tabel ini memberikan nilai harta total dan perubahan total aset. Kunci dari perhitungan ini ada di kolom G (kurs saat ini). Di kolom ini nilai kurs terakhir akan dicatat secara otomatis melalui koneksi internet. Seperti yang bisa kita lihat, nilai di kolom ini mencantum harga aset yang mempunyai nilai kurs di pasar saham. Aset seperti deposito tidak memerlukan kolom G. Untuk mengisi kolom G kita memerlukan fungsi IMPORTXML. Gambar dibawah ini memberikan contoh sekilas tabel Watchlist:

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk mengisi kolom G dengan menyesuaikan terhadap aset pribadi Anda, Anda bisa menghubungi saya untuk memesan layanan konsultasi.

Kesimpulan

Dengan berbagi spreadsheets diatas saya harap bisa memotivasi orang Indonesia untuk lebih melek finansial dan berinvestasi. Anda bisa menulis komentar, apabila Anda mempunyai masukan ataupun menemukan kesalahan di tabel. Jika Anda mengalami kesulitan mengerti tabel diatas atau aset Anda terlalu rumit, maka Anda bisa mengajukan konsultasi dengan mengontak saya.

Happy Tracking!

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya

Blog Comments powered by Disqus.