Mar 04.03.2018

7 Kesalahan Finansial Pribadi

mindset
7 minutes

Di era globalisasi ini, saya melihat gaya hidup yang hampir sama dalam hal finansial setiap individu.

Mari kita mengulas sekilas 7 kesalahan finansial terbesar yang dilakukan banyak orang. Menurut pandangan saya, kesalahan ini dilakukan baik di Indonesia maupun di negara maju lainnya. Belajar dari kesalahan adalah pelajaran yang sangat berharga dalam hidup ini. Di setiap kesalahan dibawah ini saya akan memberikan poin-poin penting dari keadaan realitas saat ini, solusi untuk menghindari atau mengubah kesalahan, dan alasan mengapa Anda meninggalkan kesalahan tersebut.

1. Tidak mempunyai rencana hidup dan rencana finansial

“If you don't have a plan, you become part of somebody else's plan.” ~ Terence McKenna

Realitas

  • Banyak orang tua menyesal akan hari tuanya
  • Banyak orang hidup seperti di dalam lingkaran hamster, bekerja sampai tua, menyesal dan meninggal
  • Pasrah dan menyalahkan orang lain dan nasib apabila seseorang tidak mapan.
  • Penyebab utama orang tidak punya rencana, karena mereka belum bisa memikirkan prioritas hidupnya.

Solusi

  • Tulis prioritas hidup Anda di atas kertas.
  • Berpikir dan merencanakan hidup kedepan secara realistis.
  • Merencanakan keuangan pribadi untuk kesehatan, hal tak terduga, pendidikan anak dan tabungan hari tua.

Alasan dan tujuan ke depan

  • Mempunyai hidup yang lebih berkualitas dan berarti, sehingga kita tidak hidup dalam penyesalan.

2. Tidak menulis pembukuan keuangan pribadi

Realitas

  • Banyak orang mengeluh uang selalu habis atau gaji tidak pernah cukup sehingga mereka tidak bisa menabung.
  • Tidak peduli di negara maju atau negara miskin, orang kaya atau orang miskin, orang mengeluh karena tidak pernah cukup memiliki uang.
  • Semua dimulai dari cara berpikir dari nenek moyang kita, lalu hasrat dan naluri manusia untuk mempunyai sesuatu, dan sifat dasar kita yang suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
  • Gaya hidup selalu online dengan media dan komunikasi, sehingga kita selalu ingin membeli sesuatu, selalu ingin membeli barang baru, dan selalu tidak pernah puas ataupun takut apa kata teman.

Solusi

  • Refleksi diri sendiri akan hasrat yang bergejolak saat ini
  • Bersyukur akan apa yang sudah kita punya baik material, jasmani dan rohani.
  • Hindari dan kurangi konsumsi media yang dibanjiri iklan (televisi, online shopping, facebook)
  • Mengontrol keaungan dengan mencatat pengeluaran pribadi (menulis di buku atau menggunakan Google Sheets / Excel, lihat petunjuk ini.

Alasan dan tujuan ke depan:

  • Mengontrol keuangan pribadi sehingga bisa
    • menghindari pengeluaran secara berlebihan
    • menghindari utang
    • mempunyai uang sisa untuk ditabung

3. Mempunyai lebih dari 1 kartu kredit

Realitas

  • Mempunyai 2 kartu kredit bahkan 5, sudah bukan lagi untuk orang kaya atau pengusaha.
  • Pemikiran salah, bahwa kartu kredit bisa menghemat pengeluaran.

Solusi

  • Pikir lagi kenapa kok bank-bank pada berlomba-lomba menawarkan kartu kredit ke masyarakat.
  • Mengontrol diri dalam belanja dan makan di restaurant. Bertanya 3 kali apakah barang atau makanan yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan.
  • Apakah barang promo yang ditawarkan akan dipakai dalam 2 minggu ke depan?
  • Ingat, tidak membeli barang yang tidak diperlukan adalah penghematan 100%!

Alasan dan tujuan ke depan

  • selalu mempunyai uang sisa setiap bulan, bukannya selalu mengundurkan pembayaran.
  • Tidak terjerat hutang!

4. Menggunakan emosi dalam keputusan finansial

Realitas

  • Sadarkah kita apabila kita melihat iklan atau film, kita sering terbawa emosi?
  • Sadarkah kita apabila kita memilih membeli iPhoneX daripada Samsung Galaxy S4 Mini, dikarenakan gengsi dan perasaan emosional untuk dipandang oleh orang sekitar?
  • Sadarkah kita apabila kita harus berhutang selama 20 tahun untuk membeli rumah megah dan baru?

Pembetulan

  • Berpikir rasionalis dan menulis prioritas hidup.
  • Jika susah berpikir rasionalis, maka Anda bisa berdiskusi dengan orang atau teman terdekat atau konsultasi ke pakar finansial yang netral. Tapi ingat, jangan berkonsultasi dengan sales man!

Alasan dan tujuan ke depan

  • Lebih cepat mempunyai tabungan untuk berinvestasi dan keperluan lainnya yang lebih penting.

5. Mengikuti trend terkini dan tidak menabung untuk masa depan

Realitas

Karena tidak mempunyai rencana hidup, maka hidup kita diarahkan oleh iklan-iklan yang kita lihat. Imbalan memiliki sesuatu saat ini lebih menggoda, sehingga kita tidak bisa melihat imbalan jangka panjang. Setelah membeli smartphone Samsung Galaxy S6, tahun depan beli Galaxy S5, dan seterusnya. Coba lihat video-video ini (dalam bahasa Inggris):

Solusi

  • Kurangi konsumsi sosial media dan penggunaan smartphone.
  • Ingat, apa yang terjadi di masa depan adalah tanggung jawab setiap individu.
  • Membeli barang yang harganya tidak cepat jatuh bila dijual bekas atau dipakai sampai rusak.
  • Mulailah menabung dengan menyisakan gaji di awal bulan utk menabung terlebih dahulu.

Alasan dan tujuan ke depan

  • Mempunyai uang untuk berinvestasi (ke diri sendiri, keluarga, maupun ke aset).
  • Mempunyai uang untuk keadaan darurat (sakit, bencana alam)

6. Cepat kaya tanpa mau menempuh proses

Realitas

  • Bekerja itu butuh energi. Giat bekerja untuk mencapai kekayaan itu butuh energi, kecerdasan, keberuntungan, dan kesabaran. Hal inilah yang membuat manusia tidak mau menempuh proses.
  • Media sosial membuat kita cepat mengetahui kesuksesan orang lain, tanpa tahu proses dibalik layar.

Solusi

  • Setiap orang di dunia ini bisa bermalas-malasan. Jadi ubah pola pikir kita menjadi: "Tujuan saya bukan untuk mencapai sesuatu, melainkan untuk menikmati dan mengalami proses bekerja selagi saya mampu."
  • Temukan arti pekerjaan Anda (bagi Anda atau bagi masyarakat).
  • Cari dan tumbuhkan faktor-faktor yang membuat Anda senang dalam bekerja.

Alasan dan tujuan ke depan

  • Uang = energi dan waktu, jangan menyiakan energimu!
  • Tidak terjebak di modus-modus penipuan sehingga tidak kehilangan uang tabungan.

7. Tidak mau belajar tentang finansial pribadi dan investasi

Realitas

Sedikit dari kita yang mau belajar hal baru, apalagi belajar mengenai finansial pribadi. Disini yang saya maksud dengan finansial pribadi bukan pergi ke universitas atau membeli buku-buku ekonomi akademis. Melainkan, bagaimana cara menaikkan pendapatan dan bagaimana cara memulai berinvestasi.

Solusi

  • Cari dan luangkan waktu dalam satu minggu.
  • Berpikir bahwa belajar adalah kegiatan berinvestasi tahap pertama.
  • Baca blog finansial di internet, baca buku-buku finansial pribadi di Gramedia.
  • Belajar kosakata baru dari sektor Finansial yang diketemukan di artikel-artikel finansial yang dibaca.
  • Gunakan internet (Wikipedia, forum, dll) untuk mencari tahu.

Alasan dan tujuan ke depan

  • Melek finansial dan mempunyai pandangan yang luas.
  • Mengetahui kesempatan dan cara berinvestasi.

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya

Blog Comments powered by Disqus.