Hari ini tanggal 6 Februari, harga Bitcoin jatuh dibawah 8.000 USD. Sewaktu saya menulis artikel ini harga Bitcoin sekitar 7.000 USD. Banyak teman panik menjual Bitcoin, ada yang sedih dan tidak berani menjual, dan lain-lain. Lalu apa reaksi saya ketika teman atau kenalan saya memberitahukan kalau harga Bitcoin jatuh?

Jawaban saya mudah: so what! Saya sebagai investor pasif, tidak harus panik dan bersedih apabila produk investasi saya jatuh harganya. Mengapa? Berikut ini alasan saya:

  1. Ini bukan kali pertama, Bitcoin jatuh!
    • Tahun 2014, dari 140 USD jadi 70 USD -> -50%
    • Tahun 2014, dari 1000 USD menjadi 400 USD -> -60%
    • Tahun 2015 dari 400 USD menjadi 200 USD -> -50%
    • Tahun 2017 dari 1200 USd menjadi 760 USD -> -45%
  2. Bitcoin dan mata uang kripto akan tetap ada di tahun-tahun kedepan, seperti halnya emas dan saham.
  3. Saya tidak all in sewaktu Bitcoin seharga 18.000 USD juga uang yang saya investasikan di Bitcoin bukan keseluruhan tabungan saya, melainkan hanya maximal 7-10% dari total portfolio.
  4. Saya sadar akan resiko Bitcoin, dimana seperti saat ini harga Bitcoin bisa turun menjadi 60%.
  5. Saya tidak melakukan jual-beli jangka pendek.
  6. Saya berinvestasi berkala dan berjangka panjang. Contohnya, jika saya memulai berinvest ketika harga Bitcoin di 10.000 USD, saya hanya membeli dengan uang sisa yang apabila uang ini hilang saya tidak akan menangis, contohnya Rp 5.000.000. Demikian juga ketika harga Bitcoin 13.000 USD, saya hanya membeli dengan uang sedikit. Dan ketika harga Bitcoin jatuh seperti saat ini 7.000 USD, maka saya bersiap membeli lagi dengan uang sisa yang juga saya tidak akan panik ketika harga menjadi 5.000 USD, contohnya Rp 8.000.000! Dengan keyakinan bahwa harga Bitcoin akan naik kembali, maka investasi saya bila dirata-rata bisa dianggap saya memebeli dengan kurs: (10.000 5 juta + 13.000 5 juta +7.000 * 8 juta) / 18 juta = 9.500 USD.
  7. Investasi Bitcoin saya tidak rugi bila saya tidak menjual dengan kurs dibawah kurs beli rata-rata. Jual Bitcoin bila merasa cukup dengan keuntungan yang bisa dipanen!
  8. Worse case: jika 10 tahun kedepan harga Bitcoin tidak kembali ke harga puncak dan saya merugi karena harus menjual Bitcoin. Maka saya hanya bisa bilang, kalau saya telah belajar berinvestasi.

Bagi para pembaca yang telah berinvestasi atau berspekulasi dengan jumlah uang yang sangat besar, saran saya hanya: tetap tenang dan tetap beraktivitas! Harga Bitcoin naik dan turun seperti halnya bursa saham dan forex. Hanya waktu yang bisa membuat kita kaya dan bangkrut.

Kesimpulan

Saat ini kita bisa melihat bagaimana para spekulator yang telah berinvestasi banyak disaat harga di puncak. Mereka panik dan berusaha menjual semua Bitcoin yang dipunya. Beberapa juga tidak bisa membeli Bitcoin lagi disaat harga murah, dikarenakan uang yang ada telah habis . Disinilah saya melihat pentingnya berinvestasi secara pasif. Juga betapa pentingnya berhemat dan menabung setiap bulannya, dikarenakan dengan ini anda akan mempunyai modal untuk berinvestasi lagi.

Saya akan tetap membeli Bitcoin bila saya mempunyai uang sisa dengan harga yang relatif murah. Baca ulang strategi investasi pasif saya di artikel ini. Akhir kata:

Don't do market timing and feel clever to predict the price! Just enjoy your life!

Artikel selanjutnya Artikel sebelumnya

Blog Comments powered by Disqus.